Tampilkan postingan dengan label La-Liga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label La-Liga. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2013

Duet Villa-Messi Bungkam Vallecano

Duet Villa-Messi Bungkam Vallecano



Barcelona-vs-Rayo-Vallecano



Barcelona : Barcelona meraih poin sempurna saat menjamu Rayo Vallecano dalam lanjutan kompetisi La Liga pekan ke-28. Barcelona menang 3-1 berkat gol David Villa dan Lionel Messi.


Bermain di Camp Nou, Senin (18/3/13) dinihari WIB, permainan tiki-taka Barcelona coba diimbangi Vallecano dengan mematikan pergerakan Messi. Selain itu, pemain Vallecano terkadang tak segan-segan untuk melakukan pelanggaran agar gawang mereka aman dari kebobolan. Wajar, jika 45 menit pertama wasit sudah mengeluarkan dua kartu kuning untuk Vallecano.


Barca nyaris membuka skor di menit ke-7 melalui tendangan bebas Lionel Messi. Tapi, sepakan kaki kiri bintang asal Argentina itu masih digagalkan mistar gawang. Vallecano membalas di menit ke-22. Namun, sepakan keras Francisco “Piti” Luna masih bisa diamankan kiper Jose Pinto.


David Villa akhirnya memecah kebuntuan di menit 25, Melalui serangan balik cepat, dari lapangan tengah Messi menggiring bola hingga pertahanan Vallecano. Messi kemudian memberi umpan kepada Villa yang tanpa ampun menjebol gawang Ruben Andrade.


Unggul 1-0, Barca terus menggempur pertahanan tim tamu. Namun, gol kedua baru didapat pada menit ke-40. Kali ini giliran Villa yang memberikan umpan pada Messi untuk menggandakan keunggulan. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.


Di babak kedua, Vallecano bermain lebih terbuka. Situasi ini dimanfaatkan Barca untuk mencetak gol tambahan. Kerjasama Dani Alves dan Messi di sisi kanan nyaris membuahkan gol. Sayang, sepakan Alexis Sanchez sebagai penerima bola terakhir masih melenceng di samping gawang.


Lagi-lagi lewat serangan balik cepat Barca kembali menambah pundi golnya. Aktornya tetap sama, Villa dan Messi. Messi mencetak gol kedua di menit 57. Ini merupakan gol ke-42 Messi sejauh musim 2012-2013. Unggul 3-0, Carecater Jordi Roura menarik keluar Andres Iniesta dan memainkan Thiago Alcantara.


Sementara Vallecano tidak menyerah. Tim tamu terus berupaya untuk mencetak gol balasan. Akhirnya gol tersebut lahir lewat Raul Tamudo. Baru satu menit di lapangan, Tamudo dengan sempurna menyelesaikan umpan Piti pada menit 70.


Dua menit berselang, Messi nyaris mencetak hat-trick. Sayang, sepakan Messi untuk menyelesaikan umpan Villa masih bisa ditepis kiper Andrade. Hingga laga usai, skor 3-1 untuk kemenangan Barcelona tidak berubah.


Tambahan tiga angka membuat Barcelona tetap unggul 13 poin dari Real Madrid yang berada di peringkat kedua klasemen. Barca kokoh di puncak dengan poin 74. Sedangkan Vallecano tetap di peringkat sembilan dengan mengantongi poin 41.



Duet Villa-Messi Bungkam Vallecano

Jumat, 15 Maret 2013

Bukan Tiga Poin Biasa

Bukan Tiga Poin Biasa



Real-Madrid-vs-Real-Mallorca



Lima belas bulan lamanya Real Madrid tak pernah menelan kekalahan saat berlaga di kandangnya sendiri, Estadio Santiago Bernabeu. Karenanya, Si Putih kembali diprediksi meraih kemenangan saat menjalani laga lanjutan La Liga di pekan ke-28 menjamu Real Mallorca, Sabtu (16/3/13) malam waktu setempat atau Minggu (17/3/13) dinihari WIB.


Sejumlah faktor menjadi pendukung begitu diunggulkannya pasukan Jose Mourinho di laga nanti malam. Laga ini merupakan upaya Madrid memburu kemenangan ketujuh secara beruntun di semua ajang kompetisi. Dari 36 partai di semua ajang kompetisi yang digelar di Bernabeu, Madrid memetik 29 kali kemenangan dan tujuh kali bermain imbang.


Tiga poin yang diramalkan akan mudah dipetik Cristiano Ronaldo dkk juga mempunyai makna yang lain. Kemenangan akan membuat Madrid mempertahankan posisinya di peringkat kedua klasemen dari kejaran rival sekota Arletico Madrid. Selain itu, seusai dengan jadwal Barcelona baru akan bertanding melawan Rayo Vallecano sehari kemudian, hasil bagus di Bernabeu akan mengurangi gap atau selisih poin Madrid dari musuh abadinya itu menjadi 10 angka.


Di lain pihak, Mallorca dan Gregorio Manzano datang ke Bernabeu dengan catatan yang buruk. Dari lima laga tandang terakhir, Els Barralets, julukan Mallorca, menelan empat kali kekalahan. Mallorca pun tercatat selalu menderita kekalahan di enam partai dari tujuh pertemuan terakhir menghadapi Madrid. Terakhir kali Mallorca memetik kemenangan di Bernabeu terjadi pada Mei 2009. Saat itu Madrid kalah 1-3.


Nanti malam, Jose Mourinho diperkirakan akan kembali memainkan Sergio Ramos sebagai starter setelah sebelumnya absen karena cedera bahu. Angel Di Maria dibekap cedera hamstring. Sementara, dengan alasan teknis, Jose Callejon dan Michael Essien dicoret dari skuat Los Blancos.


Di lain pihak, Manzano kehilangan dua pemain intinya, gelandang sekaligus kapten kedua Jose Luis Marti dan Javi Marquez yang terkena suspensi. Sebaliknya, winger Prancis Michael Pereira kembali dapat diturunkan setelah menjalani hukuman satu partai. Di lini belakang, kapten Jose Nunes tampaknya akan didampingi kembali bek pinjaman dari FC Koln, Pedro Geromel.



Tabel-Head-to-Head




Bukan Tiga Poin Biasa

Kamis, 28 Februari 2013

Real Madrid-Barcelona : Lebih dari Sekedar Rivalitas

Real Madrid-Barcelona : Lebih dari Sekedar Rivalitas

Sahabat Daun Singkong Bagi kamu para penikmat bola, kata “El Classico” tentu sudah tidak asing lagi di telinga mereka. kata yang selalu merujuk kepada rivalitas kedua klub besar, simbol persepakbolaan Spanyol, Real Madrid C.F dan F.C Barcelona. Rivalitas yang sangat besar, panas, penuh gengsi dan seringkali kontroversial. Memang jika ditelusuri dari sejarah panjang perkembangan sepak bola secara global maupun lokal di Spanyol, mulai dari era ke era, akan terasa wajar jika kedua klub ini memendam bara rivalitas yang sangat panas.

Real Madrid-Barcelona

Jika ditinjau dari sejarah awalnya, terutama saat masih banyak pergolakan politik di Spanyol, kedua klub ini selalu terseret dengan masalah politik tersebut. Real Madrid yang merepresantasikan sisi Spanyol, penguasa, dan Barcelona sebagai sisi Catalan, sang oposisi. Ketika itu, masa-masa kediktaroran Franco (sekitar pertengahan abad 20) banyak terjadi gesekan-gesekan antara berbagai kelompok kepentingan dan sisi Catalan adalah oposisi bagi sisi Franco yang berbasis di Madrid. Selama kediktatoran Franco, sebagian besar warga Barcelona berada di oposisi yang kuat dengan rezim seperti fasis. Phil Ball, penulis Morbo:  Sejarah Sepakbola Spanyol, menyebut El Clasico “berlaku ulangnya Perang Saudara Spanyol”. Sebuah analogi yang serupa dibuat oleh penulis Amerika Robert Coover, yang menggambarkan pertandingan antara “archrivals” FC Barcelona dan Real Club Deportivo Español pada 1977 sebagai “lebih seperti pemeragaan dari Perang Saudara Spanyol dari acara atletik belaka.” Di catalan sendiri, ada dua klub yang juga memiliki rivalitas atas faktor politik yaitu Barcelona dan Espanyol, namun dalam berbagai aspek, terlihat Barcelona berkembang lebih pesat. Rivalitas di ranah politik, dibawa ke lapangan hijau dan itu bukanlah hal yang baik untuk saat ini.

Rivalitas juga meular ke aspek pemain. Pemain yang awalnya bermain untuk salah satu klub lalu pindah ke klub lainnya, maka dia akan sangat dibenci oleh para supporter. Yang paling terkenal adalah Alfredo di Stefano dan Luis Figo. namun Alfredo di Stefano bisa membuktikan kapasitasnya di Real Madrid dan sukses di sana.

Hingga saat ini, partai “El Classico masih menjadi pertandingan yang sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar sepakbola di seluruh dunia. Pertandingan dengan tensi tinggi dan penuh bara dendam dari kedua kubu. Apalagi setelah kedua kubu mulai memasuki masa keemasannya lagi. Diawali dengan Barcelona dibawah kepemimpinan Pep Guardiola yang mengandalkan talenta tulen binaan akademi “La Masia”. Lalu diikuti Real Madrid yang sedang mencoba membangun “Los Galacticos” jilid 2 dengan mendatangkan Cristiano Ronaldo, Ricardo Kaka, Mesut Ozil dan yang paling anyar Michael Essien serta Luka Modric
Kekuatan kedua kubu semakin kuat saat dilengkapi lebih dari setengah punggawa timnas Spanyol dengan Iker Casillas dan Xabi Alonso sebagai ikon di Madrid serta duet Xavi Hernandez-Andres Iniesta plus Cesc Fabregas yang menjadi roh permainan ala Barcelona.

 

Mungkin hanya itu yg bisa saya beri informasi tentang ketatnya Rivalitas antara Real Madrid-Barcelona, Semoga Artikel tentang Real Madrid-Barcelona : Lebih dari Sekedar Rivalitas ini bisa bermanfaat bagi sobat DS semuanya. :D   :)   :P


Real Madrid-Barcelona : Lebih dari Sekedar Rivalitas