Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Maret 2013

Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tawuran

Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tawuran


Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tawuran – Tawuran, kali ini DaunSingkong akan menjelaskan beberapa Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tawuran. Kejadian ini adalah suatu hal yang sering atau bahkan biasa kita dengar, seakan – akan Tawuran ini sudah menjadi budaya di antara para pelajar. Sampai-sampai terjadi korban jiwa. Dan sungguh sadis, tawuran kali ini bukan hanya dengan main tangan, tetapi lebih dari itu menggunakan senjata tajam.



Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tawuran

Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tawuran



Sebenarnya ada beberapa faktor yang kami amati sebagai penyebab tawuran, yaitu kami bagi menjadi faktor internal maupun eksternal.


Faktor Internal


1. Kurangnya pondasi agama


Faktor internal yang paling besar adalah kurangnya didikan agama.  Jika pendidikan agama yang diberikan mulai dari rumah sudahlah bagus atau jadi perhatian, tentu anak akan memiliki akhlak yang mulia. Dengan akhlak mulia inilah yang dapat memperbaiki perilaku anak. Ketika ia sudah merasa bahwa Allah selalu mengamatinya setiap saat dan di mana pun itu, pasti ia mendapatkan petunjuk untuk berbuat baik dan bersikap lemah lembut. Inilah keutamaan pendidikan agama.


2. Lingkungan


Faktor lainnya yang ini masih masuk faktor internal adalah lingkungan pergaulan yang jelek. Dari lingkungan pergaulan yang jelek akan membuat seseorang terpengaruh dengan lingkungan itu sendiri.


Faktor Eksternal


1. Kurangnya perhatian dari orang tua.


Saat ini pendidikan anak sudah diserahkan penuh pada sekolah. Orang tua (ayah dan ibu) hanya sibuk untuk cari nafkah mulai selepas fajar hingga matahari tenggelam. Sehingga kesempatan bertemu dan memperhatikan anak amat sedikit. Jadinya, tempat curhat dan cari perhatian si anak adalah pada teman-temannya. Kalau yang didapat lingkungan yang jelek, akibatnya ia pun akan ikut rusak dan brutal. Beda halnya jika ibunya berdiam di rumah. Tentu dia akan lebih memperhatikan si anak. Inilah mengapa di antara hikmah Allah memerintahkan wanita untuk berdiam di rumah.


2. Faktor ekonomi


Biasanya para pelaku tawuran adalah golongan pelajar menengah ke bawah. Disebabkan faktor ekonomi mereka yang pas-pasan bahkan cenderung kurang membuat membuat mereka melampiaskan segala ketidakberdayaannya lewat aksi perkelahian. Karena di antara mereka merasa dianggap rendah ekonominya dan akhirnya ikut tawuran agar dapat dianggap jagoan. Jika anak walau ia berekonomi menengah ke bawah menyadari bahwa tidak perlu iri pada orang yang berekonomi tinggi karena seseorang bisa mulia di sisi Allah adalah dengan takwa. Pemahaman seperti ini tentu saja bisa didapat jika si anak mendapatkan pendidikan agama yang baik.


Jadi, yang terpenting dari ini semua adalah pendidikan agama dan pembinaan iman, dan tentunya peran orangtua juga tidak kalah penting. Itu semua adalah  faktor penting yang membuat anak tercegah dari tawuran.


Sekian penjelasan mengenai beberapa Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tawuran, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Sobat DS semua …



Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Tawuran

Faktor Yang Menyebabkan Mutu Pendidikan Indonesia Rendah

Faktor Yang Menyebabkan Mutu Pendidikan Indonesia Rendah


Faktor Yang Menyebabkan Mutu Pendidikan Indonesia Rendah – Mutu pendidikan di Indonesia memang bisa dibilang rendah yang disebabkan oleh alasan – alasan tertentu. Kali ini DaunSingkong akan mengulas beberapa Faktor Yang Menyebabkan Mutu Pendidikan Indonesia Rendah.



Faktor Yang Menyebabkan Mutu Pendidikan Indonesia Rendah

Faktor Yang Menyebabkan Mutu Pendidikan Indonesia Rendah



Dibawah ini adalah beberapa Faktor Yang Menyebabkan Mutu Pendidikan Indonesia Rendah:


1. Pembelajaran hanya fokus pada buku paket


Kira – kira sudah lewat beberapa tahun kurikulum di Indonesia telah berganti yang tadinya  KBK menjadi KTSP. Hampir setiap menteri mengganti kurikulum lama dengan kurikulum yang baru. Namun adakah yang berbeda dari kondisi pembelajaran di sekolah-sekolah? Tidak, karena pembelajaran di sekolah sejak zaman dulu masih memakai kurikulum buku paket. Sejak era 60-70an, pembelajaran di kelas tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Apapun kurikulumnya, guru hanya mengenal buku paket. Materi dalam buku paketlah yang menjadi acuan dan guru tidak mencari sumber referensi lain.


2. Proses mengajar masih fokus pada satu arah


Metode pembelajaran yang menjadi favorit guru mungkin hanya satu, yaitu metode berceramah satu arah. Karena berceramah itu mudah dan ringan, tanpa modal, tanpa tenaga, tanpa persiapan yang rumit.  Metode ceramah menjadi metode terbanyak yang dipakai guru karena memang hanya itulah metode yang benar-benar dikuasai sebagain besar guru. Pernahkah guru mengajak anak berkeliling sekolahnya untuk belajar ? Pernahkah guru membawa siswanya melakukan percobaan di alam lingkungan sekitar ? Atau pernahkah guru membawa seorang ilmuwan langsung datang di kelas untuk menjelaskan profesinya?


3. Sarana belajar yang kurang memadai


Sebenarnya, perhatian pemerintah itu sudah cukup, namun masih kurang cukup. Masih banyak sarana belajar di beberapa sekolah khususnya daerah, tertinggal jauh dibandingkan sarana belajar di sekolah-sekolah yang berada di kota.


4. Aturan yang mengikat


Ini tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sekolah seharusnya memiliki kurikulum sendiri sesuai dengan karakteristiknya.


5. Guru tak Menanamkan Diskusi Dua Arah


Lihatlah pembelajaran di ruang kelas. Sepertinya sudah diseragamkan. Anak duduk rapi, tangan dilipat di meja, mendengarkan guru menjelaskan. seolah-olah Anak “Dipaksa” mendengar dan mendapatkan informasi sejak pagi sampai siang, belum lagi ada sekolah yang menerapkan Full Days. Anak diajarkan cara menyimak dan mendengarkan penjelasan guru, sementara kompetensi bertanya tak disentuh. Anak-anak dilatih sejak TK untuk diam saat guru menerangkan, untuk mendengarkan guru. Akibatnya Siswa tidak dilatih untuk bertanya. Siswa tidak dibiasakan bertanya, akibatnya siswa tidak berani bertanya. Selesai mengajar, guru meminta anak untuk bertanya. Heninglah suasana kelas. Yang bertanya biasanya anak-anak itu saja.


6. Metode Pertanyaan Terbuka tak Dipakai


Contoh negara yang menggunakan pertanyaan terbuka adalah Finlandia. Dalam setiap ujian, siwa boleh menjawab soal dengan membaca buku. Guru Indonesia belum siap menerapkan ini karena masih kesulitan membuat soal terbuka.


7. Budaya mencontek yang masih familiar


Siswa menyontek itu biasa terjadi. Tapi apakah kita tahu kalau “guru juga menyontek” ? Ini lebih parah. Lihatlah tes-tes yang diikuti guru, tes pegawai negeri yang diikuti guru, menyontek telah menjadi budaya sendiri.


Demikian adalaj penjelasan tentang beberapa Faktor Yang Menyebabkan Mutu Pendidikan Indonesia Rendah, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Sobat DS semua, khususnya bagi para tenaga pendidik …



Faktor Yang Menyebabkan Mutu Pendidikan Indonesia Rendah

Betapa Pentingnya Pendidikan

Betapa Pentingnya Pendidikan


Betapa Pentingnya Pendidikan - Hallo Sobat DS, kali ini DaunSingkong akan menjelaskan Betapa Pentingnya Pendidikan. Pendidikan adalah salah satu hal yang penting yang harus kita perhatikan, pentingnnya pendidikan sangat terlihat jelas, bahkan sebagian orang menganggap pendidikan sudah menjadi kebutuhan pokok. Contoh saja melamar pekerjaan yang layak tentu membutuhkan ijazah sesuai dengan jabatan yang akan kita lamar. Jabatan yang tinggi tentunya membutuhkan orang yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi juga yang dibuktikan dengan ijazah. Tapi apakah ijazah yang notabene merupakan simbol tingkat pendidikan sesorang berbanding lurus dengan pengetahuan yang dimiliki. Hal ini patut kita perhatikan dan amati bersama, apalagi di era globalisasi yang penuh persaingan dan tidak sedikit orang yang menghalalkan segala cara untuk memenangkan kompetisi tersebut.



Betapa Pentingnya Pendidikan

Betapa Pentingnya Pendidikan



Sejak lahir, tanpa disadari, kita sudah menerima pendidikan dari orang tua tentang banyak hal. Orang tua merupakan guru pertama kali bagi kita untuk bertanya hal-hal kecil hingga yang besar. Seiring berjalannya waktu, definisi pendidikan pun meluas. Kita tidak hanya mengenal dalam lingkungan keluarga, namun mencapai lingkungan masyarakat. Bahkan, lingkungan negara. Pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pendidikan memegang unsur penting untuk membentuk pola pikir, akhlak, dan perilaku manusia agar sesuai dengan norma-norma yang ada, seperti norma agama, adat, budaya, dan lain-lain. Menurut Frederick J.Mc Donald dan M.J. Langeveld, pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang diarahkan untuk mengubah kebiasaan (behavior) manusia. Menurut John Dewey, pendidikan merupakan salah satu proses pembaharuan makna pengalaman. Hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda. Bahkan, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan sosial. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok tempat dia hidup.


Demikian adalah penjelasan tentang Betapa Pentingnya Pendidikan yang bisa DaunSingkong jelaskan, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Sobat Ds semua …



Betapa Pentingnya Pendidikan

Prestasi Indonesia Dalam Bidang Pendidikan

Prestasi Indonesia Dalam Bidang Pendidikan


Prestasi Indonesia Dalam Bidang Pendidikan – Memang Indonesia masih terbilang cukup kurang kalau ditinjau dari masalah sosial politik yang selalu mengkhawatirkan, namun dibalik itu ada sedikit cahaya yang membuat nama Indonesia sempat bersinar, yaitu cerita dari dunia pendidikan kita yang cukup membanggakan. Satu dekade terakhir, pendidikan Indonesia memang mengalami perkembangan yang memuaskan. Siswa-siswi Indonesia mulai sering mengikuti ajang-ajang kompetisi internasional. Ratusan medali penghargaan internasional telah diraih siswa-siswi Indonesia. Kali ini, Daunsingkong ingin menceritakan beberapa prestasi siswa-siswi Indonesia di kalangan internasional sepanjang tahun 2011 ini.



Prestasi Indonesia Dalam Bidang Pendidikan

Prestasi Indonesia Dalam Bidang Pendidikan



Bulan Mei 2011, tiga anggota Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) meraih penghargaan di ajang 12th Asian Physics Olimpiad (APhO) yang diselenggarakan di Tel Aviv, Israel. Evan Laksono dari SMAK IPEKA Tomang Jakarta meraih emas. Sedangkan Erwin Handoko Tanin dari SMA Sutomo 1 Medan dan Limiardi Eka Sancerio dari SMAK Penabur Gading Serpong Tangerang meraih gelar kehormatan Honorable Mention dalam ajang APhO 2011 tersebut. Dalam ajang 28th Senior Balkan Mathematical Olympiad (BMO) di Rumania, Indonesia meraih penghargaan dua penghargaan. Peter Tirtowijoyo Young dari SMP Kristen Petra 1 Surabaya dan  Monica Vanya Santoso Kartika dari SMA Santa Angela Bandung berhasil meraih medali perunggu pada ajang BMO ke-28 tersebut. Masih pada bulan yang sama, para pelajar Indonesia berhasil meraih penghargaan di ajang 18th International Conference of Young Scientist (ICYS) di Moscow, Rusia. Dalam ajang kompetisi antar peneliti muda itu, Indonesia berhasil mengumpulkan satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu. Jessica Lo dari SMAK Cita Hati Surabaya berhasil meraih medali emas dalam bidang Environmental Science. Luthfi Mu’awan dari SMAN 1 Purwareja dan Christy Hong dari SMA St. Laurensia Tangerang meraih medali perak dalam bidang Environmental Science dan Life Science. Sedangkan Ninda Frisky dan Annisa Fitriani dari SMAN 1 Yogyakarta serta Christa Lorenzia Soesanto dari SMP St. Laurensia Tangerang meraih medali perunggu. Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) kembali berjaya di ajang 42th International Physics Olympiad (IPhO) di Bangkok, Thailand, pada bulan Juli 2011. Dari lima anggota tim yang dikirim semuanya berhasil menyabet medali IPhO ke-42 tersebut. Erwin Wibowo dari SMAK BPK Penabur Gading Serpong meraih medali emas dan Kevin Ardian Fauzie dari SMA Santa Maria Pekanbaru meraih medali perak. Sementara itu, Farhan Nur Kholid dan Fathurrohim dari SMA Sragen Billingual Boarding School serta Imam Agung Raharja dari SMA Pribadi Depok berhasil meraih medali perunggu pada ajang IPhO yang diselenggarakan di Chulalongkom University tersebut.

Tim Olimpiade Kimia Indonesia (TOKI) juga berjaya di ajang 43th International Chemistry Olympiad di Ankara, Turki, pada bulan Juli 2011 lalu. Stephen Haniel Yuwono dari SMAN 1 Purwokerto dan Joses Gradi Nthanael dari SMAK Penabur Gading Serpong berhasil meraih medali emas. Andhika Tangguh Pradana dari SMA Kharisma Bangsa Tangerang Selatan dan Alimatun Nashira dari SMAN 1 Yogyakarta juga berhasil meraih medali perak. Indonesia juga meraih tiga perak dan satu perunggu dalam ajang 22th International Biology Olympiad di Taipei, Taiwan. Marsha Christanvia dari SMAK 5 Penabur Jakarta, Thoriq Salafi dari MAN Insan Cendikia Serpong, dan Afandi Charles dari SMA 78 Jakarta meraih medali perak. Sedangkan Husni Muarif dari SMA Taruna Nusantara Magelang meraih medali perunggu.


Sekian penjelasan tentang Prestasi Indonesia Dalam Bidang Pendidikan yang bisa DaunSingkong jelaskan, semoga artikel ini bisa bermanfaat dan juga bisa menjadi motivasi bagi generasi bangsa Indonesia …



Prestasi Indonesia Dalam Bidang Pendidikan

Jenis Kegiatan Bermain Sambil Belajar

Jenis Kegiatan Bermain Sambil Belajar


Jenis Kegiatan Bermain Sambil Belajar – Sedikitnya terdapat tiga macam jenis kegiatan bermain yang mendukung proses pembelajaran anak, yaitu, bermain fungsional atau sensorimotor, bermain peran, dan bermain konstruktif berdasarkan pendapat dari beberapa ahli psikologi anak seperti Rodgers, Erikson, Piaget, Vygotsky, dan Freud.



Bermain Sambil Belajar

Bermain Sambil Belajar



Bermain Funsional


Bermain fungsional atau sensorimotor dimaksudkan bahwa anak belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungannya. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika anak-anak disediakan kesempatan untuk bergerak secara bebas berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan, baik di dalam maupun di luar ruangan, dihadapkan dengan berbagai jenis bahan bermain yang berbeda yang mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak. Anak dibina dengan berbagai cara agar mereka dapat bermain secara penuh dan diberikan sebanyak mungkin kesempatan untuk menambah macam gerakan dan meningkatkan perkembangan sensorimotor.


Bermain Peran


Bermain peran disebut juga bermain simbolik, pura-pura, fantasi, imajinasi, atau bermain drama. Bermain peran ini sangat penting untuk perkembangan kognisi, sosial, dan emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun. Bermain peran dipandang sebagai sebuah kekuatan yang menjadi dasar perkembangan daya cipta, tahapan ingatan, kerja sama kelompok, penyerapan kosa kata, konsep hubungan kekeluargaan, pengendalian diri, keterampilan spasial, afeksi, dan keterampilan kognisi. Bermain peran memungkinkan anak memproyeksikan dirinya ke masa depan dan menciptakan kembali masa lalu. Kualitas pengalaman main peran tergantung pada beberapa faktor, antara lain; (1) cukup waktu untuk bermain, (2) ruang yang cukup, dan (3) adanya peralatan untuk mendukung bermacam-macam adegan permainan. Menurut Erikson terdapat dua jenis bermain peran, yaitu bermain peran mikro dan makro. Bermain peran mikro dimaksudkan bahwa anak memainkan peran dengan menggunakan alat bermain berukuran kecil, misalnya orang-orangan kecil yang lagi berjual beli. Sedangkan bermain peran makro, anak secara langsung bermain menjadi tokoh untuk memainkan peran-peran tertentu sesuai dengan tema. Misalnya peran sebagai ayah, ibu, dan anak dalam sebuah rumah tangga.


Bermain Konstruktif


Bermain konstruktif dilakukan melalui kegiatan bermain untuk membuat bentuk-bentuk tertentu menjadi sebuah karya dengan menggunakan beraneka bahan, baik bahan cair, maupun bahan terstruktur, seperti air, cat, krayon, playdough, pasir, puzzle, atau bahan alam lain. Bermain pembangunan menurut Piaget dapat membantu mengembangkan keterampilan anak dalam rangka keberhasilan sekolahnya dikemudian hari. Melalui bermain pembangunan, anak juga dapat mengekspresikan dirinya dalam mengembangkan bermain sensorimotor, bermain peran, serta hubungan kerja sama dengan anak lain dan menciptakan karya nyata. Dalam kegiatan bermain, dikenal adanya konsep intensitas dan dentitas. Konsep intensitas menekankan pada jumlah waktu yang dibutuhkan anak untuk berpindah melalui tahap perkembangan kognisi, sosial, emosi, dan fisik yang dibutuhkan Misalnya anak-anak harus memiliki pengalaman harian yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan bahan yang bersifat cair, mendapatkan kesempatan untuk menggambar, melukis, dan keterampilan awal menulis. Bahan-bahan seperti kertas dengan tekstur, ukuran, dan warna yang berbeda, dengan spidol dan krayon, papan lukis dengan kertas berbagai ukuran dan kuas akan membantu anak sepanjang waktu untuk berkembang melalui tahap awal dari corat-coret menuju ke penciptaan sesuatu yang bermakna dan menuju ke menulis kata dan kemudian kalimat. Konsep densitas menekankan pada keanekaragaman kegiatan bermain yang disediakan untuk anak di lingkungannya. Kegiatan ini harus memperkaya kesempatan pengalaman anak melalui beberapa jenis bermain yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan perkembangan anak. Misalnya untuk melatih keteramplan pembangunan anak dapat menggunakan cat di papan lukis, nampan cat jari, cat dengan kuas kecil di atas meja, dan sebagainya. Anak-anak dapat menggunakan palu dengan paku dan kayu, sisa-sisa bahan bangunan untuk berlatih keterampilan pembangunan terstruktur. Dengan demikian berarti dalam kegiatan bermain harus mempunyai intensitas dan dentitas yang memadai. Dengan menyediakan beraneka jenis mainan yang tepat bagi anak, peralatan, dan tempat yang memadai, serta memberi kesempatan yang cukup kepada anak untuk bermain, misalnya anak mendapat kesempatan memilih serangkaian kegiatan bermain setiap hari untuk terlibat dalam bermain peran, bermain pembangunan, dan sensorimotor, hal itu berarti memberi layanan pendidikan kepada anak TK secara optimal.


Sekian beberapa Jenis Kegiatan Bermain Sambil Belajar yang bisa DaunSingkong Jelaskan, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Sobat DS semua …



Jenis Kegiatan Bermain Sambil Belajar

Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris

Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris


Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris – Memang bahasa Inggris bukanlah merupakan bahasa utama Di banyak negara, tapi di zaman modern ini mau tidak mau kita dituntut harus bisa berbahasa inggris demi sejumlah alasan. Pertama-tama, banyak negara-negara berbahasa Inggris yang melakukan perjalanan bisnis atau wisata ke negara-negara dimana mereka tidak dapat berbicara bahasa asli negara itu, sehingga perlu bagi mereka untuk berbicara kepada orang lain yang bisa berbahasa Inggris. Kemudian lagi, banyak yang ingin belajar bahasa Inggris karena mereka berharap untuk dapat mengunjungi atau bahkan tinggal di sebuah negara berbahasa Inggris suatu hari nanti, dan tentunya dengan urusan sekolah dan bisnis.



Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris

Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris



Meskipun demikian, untuk dapat belajar berbicara bahasa Inggris di sebuah negara yang bahasa utama pada negara itu sendiri tidak menggunakan bahasa Inggris adalah suatu hal yang cukup menantang. Berbeda halnya dengan mereka yang belajar berbicara bahasa Inggris di negara-negara yang memang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama, yang tetunya memiliki banyak sumber daya untuk pembelajaran mereka seperti, televisi, radio, dan perpustakaan yang dikemas penuh dengan buku yang ditulis dalam bahasa Inggris, sedangkan bagi mereka yang belajar di negara-negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris tentunya tidak selengkap sebagaimana yang dinikmati mereka yang berlajar di negara-negara berbahasa Inggris. Itulah sebabnya penting untuk mengeksplorasi pilihan lain.


Berikut adalah beberapa media yang bisa mempermudah anda dalam anda belajar berbicara bahasa inggris :


1. Sering – Sering Menggunakan Internet

Internet salah satu media yang akan menjadi teman terbaik Anda dalam belajar bahasa inggris. Hal ini dikarenakan  Internet dikemas dengan penuh sumber daya, bahan bacaan, rekaman suara, dan berbagai macam hal yang berkaitan denga bahasa inggris yang dapat membantu Anda belajar mengenai arti dari kata-kata sehingga Anda dapat membacanya sekaligus mengucapkannya.


2. Rekaman

Rekamlah suara anda sendiri ketika Anda berbicara bahasa Inggris. Setelah Anda selesai merekam, putar kembali dan dengar apa yang telah Anda ucapkan. Jika ucapan Anda pada rekaman tersebut tidak jelas, maka Anda dapat mencobanya lagi. Ini adalah cara yang bagus untuk melihat bagaimana orang lain mendengar Anda.


3. Lagu Berbahasa Inggris

Cari dan beli CD lagu-lagu berbahasa Inggris dan dengarkan. Disini Anda dapat berlatiih menguraikan kata-kata dan bahkan mencoba untuk bernyanyi bersama. Hal ini akan sangat menyenangkan. Dan jika Anda ingin, Anda dapat merekam diri Anda sendiri untuk dapat di dengar apa yang masih kurang dan apa yang perlu diperbaiki dari cara penuturan Anda dalam berbahasa Inggris.


4. Membaca Tiap Tulisan

Cobalah untuk membiasakan dengan bahasa Inggris dalam setiap kegiatan Anda. Bukan hanya dengan buku, film, dan CD, namun banyak majalah dan produk-produk lain yang dapat Anda temukan di toko yang mungkin menjual produk-produk berbahasa Inggris. Di beberapa negara banyak produk yang ditulis dalam bahasa Inggris didalam kemasannya.


5. Berlatih dengan Teman

Berlatih dengan seorang teman. Teman Anda mungkin tidak mengerti betul bahasa Inggris, namun mereka akan terkesan dengan keahlian Anda. Anda bahkan dapat mencoba untuk mengajarkan apa yang telah Anda pelajari karena Anda akan cenderung lupa dengan mengulangi informasi yang lain.


6. Cari Arti Kata (Vocabulary)

Jika Anda mendengar kata dan Anda tidak tahu apa itu, segera tulis dan melakukan penelitian tentang apa maksud dan artinya. Dalam penelitian Anda, Anda akan menemukan lebih banyak lagi kata-kata dalam bahasa Inggris yang dapat menjadikan bahan refensi untuk dipelajari.


7. Sering Melatih Kemampuan Anda Berbahasa Inggris

Sering – seringlah untuk melatih seberapa jauh peningkatan anda dalam belajar bahasa inggris, misalnya menulis semua kegiatan sehari-hari Anda didalam buku harian dengan menggunakan bahasa Inggris. Anda dapat memulai menulisnya dengan cara sederhana sesuai yang Anda inginkan.


8. Kursus Bahasa Inggris

Dan yang paling penting untuk belajar bahasa Inggris adalah mempertimbangkan pemanfaatan kursus-kursus bahasa Inggris secara online maupun offline yang saat ini banyak tersedia dimana – mana. Kursus ini akan dapat membantu Anda belajar dengan cepat dan Anda akan memperoleh bahan-bahan yang akan pelajari untuk belajar. Sehingga akan membuat Anda mahir dalam bahasa Inggris.


Nah Sekian beberapa Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris yang bisa DaunSingkong jelaskan, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Sobat DS semua …



Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris

Selasa, 12 Maret 2013

Bermain Sambil Belajar



Bermain Sambil Belajar


Bermain Sambil Belajar – Hallo Sobat Ds, Kali ini DaunSingkong akan menjelaskan Kaidah Bermain Sambil Belajar. Dalam penyelenggaraan pendidikan kadang membuat si murid merasa jenuh yang akhirnya si murid kesulitan untuk menyerap ilmu yang disampaikan, salah satu cara mengajar yang bisa membuat si murid merasa enjoy adalah dengan menerapkan metode belajar sambil bermain ataupun bermain sambil belajar. Pada hakikatnya dua macam metode tersebut sama-sama saling mendukung dalam proses belajar anak didik.



Bermain Sambil Belajar

Bermain Sambil Belajar



Metode ini sangat cocok bila ditujukan pada balita atau anak usia 5 tahun kebawah, karna pada umumnya anak pada usia ini sangat suka bermain. Maka para pendidik memanfaatkan hal ini untuk mendidik mereka dengan cara bermain sambil belajar yaitu disamping mereka bermain mereka sekaligus mengasah ketrampilan dan kemampuan. Cara ini akan lebih berkesan dalam memori otak anak-anak untuk perkembangan pengetahuannya karena pada usia dini adalah masa-masa perkembangan memori otak sangat pesat. Di seluruh dunia semua anak bermain. Bermain bagi anak bagaikan bekerja bagi manusia dewasa. Ada anak-anak yang bermain dengan patut, namun ada juga yang bermain “cukup berbahaya” mereka lakukan sebagai kanak-kanak. Peran pendidikanlah untuk mengawal bagaimana permainan dapat menumbuh kembangkan mereka secara patut dan utuh sebagai anak manusia. Para ahli psikologi berpendapat bahwa masa pendidikan di TK merupakan masa usia emas (golden age). Pemberian pendidikan yang tepat pada masa ini berpengaruh sangat signifikan bagi prestasi belajar pada jenjang pendidikan berikutnya. Pendidikan TK dapat memberi andil bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. Pada fase usia emas ini anak mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik menyangkut pertumbuhan fisik dan motoriknya, perkembangan watak dan moralnya, serta emosional dan intelektualnya. Pada usia ini pula, anak mulai belajar mengembangkan kemampuan bahasa dan sosialnya. Usia emas itu datang hanya sekali dan tidak dapat terulang lagi pada fase berikutnya. Oleh karena itu, masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat penting untuk meningkatkan seluruh potensi kecerdasannya. Anak pada usia ini harus mendapatkan beragam input yang merangsangnya, utamanya pengembangan kepribadian dan potensi diri baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni sesuai dengan tahap perkembangan anak.Dengan pengembangan moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan yang Maha Esa dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar menjadi warga negara yang baik. Pengembangan sosial, emosional, dan kemandirian, dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup. Demikian juga kemampuan berbahasa, bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikirannya melalui bahasa yang sederhana secara tepat, mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk dapat berbahasa Indonesia. Pengembangan fisik/motorik untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengontrol gerakan tubuh dan kordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat, sehat dan terampil. Pengembangan kognitif bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir anak untuk dapat mengolah perolehan belajarnya, dapat menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah, membantu anak mengembangkan kemampuan logika matematik dan pengetahuan akan ruang dan waktu, serta mempunyai kemampuan untuk mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir teliti, sedangkan pengembangan seni, agar anak mampu menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya, mengembangkan kepekaan, dan dapat menghargai hasil karya yang kreatif.


Bermain merupakan cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak TK sesuai kompetensinya. Melalui bermain, anak memperoleh dan memproses informasi mengenai hal-hal baru dan berlatih melalui keterampilan yang ada. Bermain disesuaikan dengan perkembangan anak. Permainan yang digunakan di TK merupakan permainan yang merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK . Seto Mulyadi (2006) psikolog anak, menjelaskan bahwa anak adalah anak, anak bukan manusia dewasa mini, karena itu metode pembelajaran terhadap anak harus disesuaikan dengan perkembangannya. Dunia anak adalah dunia bermain. Pada dasarnya anak senang sekali belajar, asal dilakukan dengan cara-cara bermain yang menyenangkan. Anak-anak senantiasa tumbuh dan berkembang. Mereka menampilkan ciri-ciri fisik dan psikologis yang berbeda untuk tiap tahap perkembangannya. Masa anak-anak merupakan masa puncak kreativitasnya, dan kreativitas mereka perlu terus dijaga dan dikembangkan dengan menciptakan lingkungan yang menghargai kreativitas yaitu melalui bermain. Oleh karena itu, pendidikan di TK yang menekankan bermain sambil belajar dapat mendorong anak untuk mengeluarkan semua daya kreativitasnya. Seluruh potensi kecerdasan anak akan berkembang optimal apabila disirami suasana penuh kasih sayang dan jauh dari berbagai tindak kekerasan, sehingga anak-anak dapat bermain dengan gembira. Oleh karena itu, kegiatan belajar yang efektif pada anak dilakukan melalui cara-cara bermain aktif yang menyenangkan, dan interaksi pedagogis yang mengutamakan sentuhan emosional, bukan teori akademik.


Demikian Kaidah Bermain Sambil Belajar yang bisa DaunSingkong jelaskan, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Sobat DS semua, khususnya bagi para tenaga pendidik …





Bermain Sambil Belajar