Tampilkan postingan dengan label daerah wisata sumatera barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daerah wisata sumatera barat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Maret 2013

Kepulauan Mentawai yang Cantik nan Eksotis

Kepulauan Mentawai yang Cantik nan Eksotis



Kepulauan Mentawai



Sahabat DaunSingkong, Bagaimana kabarnya. Semoga semuanya tetap dalam keadaan sehat semua yah. Oke kali ini saya akan memberi informasi tentang salah satu Tempat wisata yg ada di Indonesia. Yupz, Kepulauan Mentawai adalah bagian dari Provinsi Sumatera Barat dimana sejak tahun 1999 ditetapkan menjadi sebuah kabupaten. Posisi Kepulauan Mentawai yang ada di tengah Samudera Hindia membuatnya dikelilingi alam laut yang mengagumkan dan sempurna untuk wisata bahari. Mentawai telah tersohor menjadi salah satu tujuan wisata berpetualang, wisata budaya, dan wisata bahari terutama surfing yang diminati peselancar dalam dan luar negeri.


Kepulauan Mentawai sendiri merupakan rangkaian pulau non-vulkanik dimana gugusan kepulauannya merupakan puncak dari suatu punggung pegunungan bawah laut. Ada empat pulau yang membentuk Kepulauan Mentawai yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan. Lokasi pulau-pulau tersebut berada di lepas pantai Provinsi Sumatera Barat yang memanjang dan dikelilingi Samudera Hindia.

Pulau Siberut adalah pulau terbesar di kepulauan ini dan satu-satunya yang memiliki pelayaran regular dengan Kota Padang di Sumatera Barat. Pusat pemerintahan kabupatennya sendiri berada di Tuapejat, yaitu sebelah utara Pulau Sipora.



Ombak di Kepulauan Mentawai



Surfing atau selancar telah menjadi ikon wisata Kepulauan Mentawai, bahkan tidak jarang digelar kompetisi surfing bertaraf internasional di sini.  Sedikitnya tersebar 400 titik surfing di Kepulauan Mentawai. Ombaknya beraggam dan menantang, bahkan beberapa gulungan ombaknya termasuk dalam kategori extreme yang dicari peselancar dari berbagai penjuru dunia.


Kepulauan Mentawai juga menawarkan atraksi trekking menempuh pedalaman hutan tropis yang masih asli, menikmati gaya hidup masyarakat adat yang tinggal damai di dalamnya. Mentawai adalah sebuah daerah yang belum terjamah banyak oleh tangan manusia dan infrastruktur modern.

Saat Anda mengunjungi Mentawai maka akan disuguhi nuansa peradaban kuno zaman neolitikum dimana suku-suku di kepulauan ini tidak mengenal pengerjaan logam dan bercocok tanam, bahkan tidak juga teknik menenun kain. Jadi, Anda akan melihat perbedaan kebudayaan dengan masyarakat Minangkabau di bagian darat Sumatera Barat.

Mayoritas penghuni kepulauan ini adalah suku Mentawai yang berasal dari Pulau Siberut dengan jumlah sekira 30.000 jiwa. Setiap keluarga di Kepulauan Mentawai terdiri dari 5-15 orang yang tinggal di dalam desa maupun di ladang dekat hutan yang mereka garap. Rumah tradisional khas Mentawai sendiri dikenal dengan sebutan uma.



Pantai Kepulauan Mentawai



Kepulauan Mentawai sudah ada sejak lima ratus ribu tahun yang lalu namun tidak terdapat petunjuk atau bukti kapan orang pertama tiba di kepulauan ini. Sebagian besar penduduknya kini masih menganut kepercayaan animisme dan sisanya penganut Kristen dan Islam. Awalnya penduduk setempat meyakini paham Sabulungan yaitu paham yang mempercayai segala sesuatu mulai dari manusia sampai kera, batu dan cuaca yang mempunyai roh yang terpisah dan berkeliaran semaunya. Upacara tradisional oleh Sikerei atau Shaman biasanya dipentaskan selama pesta pernikahan dan saat memasuki rumah baru dengan tujuan untuk mengusir roh-roh jahat.

Suku Mentawai yang menjadi penghuni asli kepulauan yang indah ini. Apabila diamati ada kemiripan dengan suku Nias atau suku Enggano dengan budaya Proto-Melayu. Suku tersebut dikenal sebagai peramu dan ketika pertama kali dipelajari antropolog mereka belum mengenal cara bercocok tanam. Suku Mentawai memiliki tradisi khas bertato di sekujur tubuh dimana terkait peran dan status sosial penggunanya. Tato tersebut terbuat dari tebu dan pewarna arang kelapa yang dilukiskan dengan menggunakan paku dan jarum serta dua buah kayu sebagai bantalan dan palu. Proses tato tradisional Mentawai dikenal sangat menyakitkan.


 


Nah, Gimana Sobat Daunsingkong Indah dan Romantis banget kan tempat Wisata nya buat kamu yang lagi pengen bulan madu di pantai. Maka nya gak usah ragu untuk dateng kesini aja ya sobat Daun Singkong.

Semoga Informasi tentang tempat wisata “Kepulauan Mentawai yang Cantik nan Eksotis” ini bisa bermanfaat untuk Sobat Daunsingkong semua. Oke :D



Kepulauan Mentawai yang Cantik nan Eksotis

Lubang Jepang di Bukittinggi

Lubang Jepang di Bukittinggi



Lubang Jepang



Sahabat DaunSingkong, Tahukah kamu Lubang Jepang Terletak di dalam kawasan Objek wisata Taman Panorama Bukittinggi, Sumatera Barat. Lubang Jepang merupakan objek wisata yang juga merupakan bukti sejarah penjajahan Jepang di Indonesia. Sebuah terowongan bawah tanah yang dibangun untuk kepentingan militer Jepang pada masa Perang Dunia-II; atas perintah Pemerintahan Militer Angkatan Darat Jepang untuk wilayah Sumatera yang berkedudukan di Bukittinggi di bawah komando Jendral Watanabe. Jadi, jika anda berkunjung ke Bukittinggi jangan lupa mengunjungi Taman Panorama dan menelusuri lorong demi lorong dalam Lubang Jepang ini. Keberadaan lubang yang dalam membangunnya sengaja disamarkan, tidak terlihat dari pinggir jalan raya (dari luar taman). Bahkan ketika berada di dalam Taman Panorama, tidak serta merta pintu masuk lubang terlihat kecuali jika berdiri di sekitar mulut lubang.


Untuk masuk ke dalam lorong lubang Jepang, terlebih dahulu harus menuruni 132 anak tangga yang mempunyai kemiringan cukup vertikal. Tangga semen ini dibagi menjadi dua jalur yang dibatasi dengan stainless steel, sehingga terasa lebih nyaman untuk dituruni. Satu sisi ditujukan buat pengunjung yang ingin masuk ke dalam dasar terowongan Lubang Jepang. Sementara sisi lainnya merupakan tangga keluar terowongan. Kedalaman lubang diperkirakan sekitar 40 m dari permukaan tanah. Sedangkan panjangnya  lebih kurang 1.470 m. Lorong di dalam terowongan lebarnya sekitar 2 m. Suasana di dalam lubang cukup terang karena telah dilengkapi dengan penerangan listrik yang cukup memadai. Dinding-dinding terowongan juga tidak terlihat suram karena telah dilapisi oleh semen; bahkan sebagian lantainya telah dipasang paving block (seperti terlihat dalam gambar).


Karena alasan keamanan, lorong yang mengarah persis ke sisi jurang Ngarai Sianok, ditutup dengan terali besi. Mulut lorong tersebut hanya berjarak beberapa meter dari sisi jurang. Ada juga lorong yang menuju ke pintu darurat (emergency exit). Sepanjang kiri dan kanan dalam lorong-lorong, terdapat ruangan-ruangan yang jumlah keseluruhannya hingga 21 ruang, terdiri dari:

- Ruang Amunisi

- Dapur

- Penjara

- Ruang Makan

- Barak tentara, dll



Lubang Jepang



Pemerintah Kota Bukittinggi berencana untuk memanfaatkan beberapa ruangan di lorong-lorong ini untuk dijadikan sebagai kafe, mini teater, museum dan lain sebagainya. Jika boleh berpendapat, dengan kacamata saya sendiri sebagai pengunjung dan juga orang awam, memandang Lubang Jepang sebagai bukti sejarah yang harus dilestarikan. Mungkin akan lebih baik jika dibiarkan seperti semula, namun tetap dengan perawatan yang memadai. Tanpa mengalih fungsikan dari keadaan semula, ruangan-ruangan tersebut akan memberi gambaran yang cenderung lebih natural. Sehingga setiap pengunjung bisa mengetahui dengan jelas fungsi awal dari masing-masing ruangan ini.


Saya sependapat dengan Bapak Ed Zoelverdi dalam situs beliau, yaitu edzoelverdi.com, bahwa untuk membuat Lubang Jepang sebagai objek wisata, perlu dilengkapi dengan data riset yang akurat. Dengan begitu dapat memperkaya khazanah pengetahuan publik secara sahih. Setidaknya informasi tentang sejarah, fungsi ruangan demi ruangan, juga gambaran lengkap tentang fungsi ruangan pada awalnya. Dalam situs Bapak Ed Zoelverdi juga dimuat tulisan Hirotada Honjyo yang berkebangsaan Jepang, bahwa tidak ada kerja paksa dalam penggalian Lubang Jepang, melainkan dalam pembangunannya, dikerjakan oleh para pekerja yang didatangkan dan disediakan oleh Kantor Kotapraja Bukittinggi. Untuk itu, mereka dibayar sebagai buruh harian.


Hal tersebut tentunya sangat berseberangan dengan asumsi kebanyakan yang berpendapat bahwa pembangunan lubang menggunakan tenaga kerja paksa rakyat Indonesia oleh pemerintah Jepang pada masa itu. Pekerjaan rumah bagi kita untuk menggali kebenaran akan sejarah yang lebih lengkap dan akurat; sehingga tulisan Hirotada San ini bisa terbantahkan atau sebaliknya dibenarkan bila disertai dengan bukti-bukti sejarah yang jelas.


Satu lagi pertanyaan yang tidak saya temukan jawabannya, yaitu hilangnya/dihapusnya relief yang terdapat pada dinding sebelum masuk terowongan. Relief pada dinding ini memberi sedikit gambaran sejarah tentang kekejaman Jepang dalam penggalian Lubang. Adakah kepentingan atau kesalahan pada relief-relief tersebut sehingga harus dihilangkan? Atau kita yang disebut sebagai bangsa pemaaf merasa tidak perlu lagi mengetahui gambaran sejarah tersebut? Mungkin ada di antara pembaca yang bisa memberi beberapa masukan dan informasi tentang sejarah lengkap Lubang Jepang ini.


 


Nah, Gimana Sobat Daunsingkong Seru banget kan tempat Wisata nya buat kamu yang lagi pengen liburan di kota bukit tinggi Maka nya gak usah ragu untuk dateng kesini aja ya sobat Daun Singkong.

Semoga Informasi tentang tempat wisata “Lubang Jepang di Bukittinggi” ini bisa bermnafaat untuk Sobat Daunsingkong semua. Oke :D



Lubang Jepang di Bukittinggi

Taman Kupu-Kupu di Taman Satwa Kandi, Sumatera Barat

Taman Kupu-Kupu di Taman Satwa Kandi, Sumatera Barat



Taman Kupu-kupu



Sahabat DaunSingkong, Siapa sih yg tidak tahu kupu-kupu. Yah kupu-kupu adalah hewan kecil yg mempunyai kedua sayap bercorak warna nan indah. Saat ini kupu-kupu cenderung jarang bisa dilihat dibanding belasan tahun silam, dimana insekta tersebut mudah kita temukan berterbangan di alam bebas. Meskipun bisa dibilang belum selangka kunang-kunang. Sebab, apabila kita rajin menanam bunga atau tumbuhan yang disukai kupu-kupu, bukan tidak mungkin serangga satu ini sudi mampir ke taman kita. Namun, apabila anda tidak memiliki taman yang cukup potensial dihinggapi kupu-kupu, anda bisa datang di Taman Kupu-kupu di Taman Satwa Kandi, Sumatera Barat. Di dalam obyek wisata ini, taman kupu-kupu ini akan dibuka pada pertengahan tahun 2012.



Taman Kupu-kupu



Sebagian orang mungkin tidak terpikir tentang perjalanan hidup seekor kupu-kupu yang bermetaforsis dari telur lalu menjadi seekor ulat, kepompong hingga berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Taman kupu-kupu sangat bermanfaat bagi pelajar untuk mengetahui informasi edukatif tentang serangga tersebut. Beberapa keterangan tentang kupu-kupu, seperti siklus hidup kupu-kupu dari telur, ulat, kepompong sebelum menjadi kupu-kupu bisa dibaca pada  stiker-stiker yang tertempel pada pintu masuk taman. Informasi lisan juga bisa didapat dari petugas taman. Di dalam taman kupu-kupu, pengunjung berkesempatan mengamati secara langsung telur kupu-kupu pada tanaman inangnya, seperti pohon jeruk, sirsak, tiara payung dan lain-lain. Pengunjung juga bisa melihat kepompong di ruangan kepompong dan koleksi kupu-kupu yang sudah diawetkan di dalam museum taman kupu-kupu.


Bersantai sambil berfoto dengan latar ratusan kupu-kupu dalam berbagai jenis bisa dilakukan pengunjung untuk mendapatkan gambar yang unik. Jika membutuhkan cindera mata, tersedia toko yang menjual aneka ragam bentuk souvenir yang terbuat dari kupu-kupu.


Harga tiket masuk taman kupu-kupu ini dibandrol sebesar Rp.5.000,./orang.


 


 


Nah, Gimana Sobat Daunsingkong Indah dan bagus banget kan tempat Wisata nya buat kamu yang lagi bingung mencari tempat wisata untuk mencari ketenangan dengan melihat sesuatu yg indah. Maka nya gak usah ragu untuk dateng kesini aja ya sobat Daun Singkong.

Semoga Informasi tentang tempat wisata “Taman Kupu-Kupu di Taman Satwa Kandi, Sumatera Barat” ini bisa bermnafaat untuk Sobat Daunsingkong semua. Oke :D


 



Taman Kupu-Kupu di Taman Satwa Kandi, Sumatera Barat

Taman Margasatwa Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi

Taman Margasatwa Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi



Taman Margasatwa Budaya Kinantan



Sahabat DaunSingkong, Tahukah kamu Taman Marga Satwa Budaya Kinantan atau yang lebih familiar di telinga masyarakat di Sumatera Barat dengan sebutan Kebun Binatang Bukittinggi adalah salah satu kebun binatang tertua di Indonesia. Pada awalnya sewaktu zaman pendudukan Belanda lokasi di Taman Marga Satwa Budaya Kinantan ini adalah sebuah Kebun Bunga “Strom Park”. Karena kuatnya kekuasaan Belanda di Indonesia termasuk di Bukittinggi ternyata ikut memberi pengaruh pada perubahan dan arah kebijakan Pemerintahan Belanda terhadap kebun bunga ini. Hal ini dapat dilihat dengan diberikannya hak bagi pengembangan kebun bunga kepada pihak yang tertarik memperbaikinya. Oleh karena itu seorang dokter hewan berkebangsaan Belanda di Bukittinggi pada waktu itu yaitu, Drh. J Heck berusaha menjadikan kebun bunga (strom park) yang dikembangkan sejak tahun 1900 untuk dijadikan kebun binatang, sekaligus sebuah area taman kota untuk sarana rekreasi dan bersantai.  Kebun Binatang ini pada awalnya dinamakan Dieren Park / Dieren Tuin Fort De Kocksche ( Kebun Binatang Bukittinggi ).


Lokasi Taman Taman Marga Satwa Budaya Kinantan berjarak lebih kurang 90 Km dari pusat Kota Padang, sumatera Barat. Lokasinya cukup strategis di Pusat Kota Bukittinggi, berdekatan dengan objek dan penunjang fasilitas pariwisata lain di kota ini, seperti letaknya berdampingan dengan Pasar Atas Bukittinggi, dan tidak begitu jauh dari Jam Gadang Bukittinggi. Selain



Taman Margasatwa Budaya Kinantan



itu di dalam areal Taman Marga Satwa ini  juga terdapat sebuah jembatan yang di namakan dengan jembatan limpapeh. Jembatan ini menghubungkan antara Taman Marga Satwa Kinantan dengan Objek wisata lain yaitu: Fort De Kock.


Bagi wisatawan yang ingin menginap di Kota Bukittinggi, di sekitar lokasi Taman Marga Satwa Budaya Kinantan Bukittinggi banyak terdapat bermacam pilihan akomodasi, mulai dari hotel berbintang hingga hotel-hotel melati. Jadi jika anda ke Bukittinggi jangan lupa menyempatkan diri di Taman Marga Satwa Budaya Kinantan dengan berwisata edukatif bagi keluarga dengan mengenal beragam koleksi satwa yang ada atau sekedar melepas lelah di Taman-taman yang rimbun di dalam lingkungan Taman Marga Satwa Budaya  Kinantan  atau di Taman-taman yang ada di Benteng Fort De Kock.


 


Nah, Gimana Sobat Daunsingkong Cocok kan tempat Wisata nya buat kamu yang lagi bingung mencari tempat wisata untuk menghilangkan kebosanan dengan aktivitasmu tiap hari. Maka nya gak usah ragu untuk dateng kesini aja ya sobat Daun Singkong.

Semoga Informasi tentang tempat wisata “Taman Margasatwa Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi” ini bisa bermnafaat untuk Sobat Daunsingkong semua. Oke :D



Taman Margasatwa Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi

Air Terjun Sungai Bikan, Rantih, Sumatera Barat

Air Terjun Sungai Bikan, Rantih, Sumatera Barat



Pondok Peristirahatan



Sahabat DaunSingkong, siapa sih yg tidak tahu Pulau Sumatera, Ya Pulau Sumatera adalah salah satu Kepulauan Indonesia yang kaya akan Keindahan alam nya , hasil perkebunannya, dll. Tak terkecuali Desa Rantih yang terletak di Sumatera Barat, Yupz Desa Wisata Rantih, begitulah gambaran wacana tentang pengembangan Desa Rantih menjadi desa Wisata. Desa ini terletak pada ketinggian daerah perbukitan yang dilewati Batang Ombilin di Kecamatan Talawi Sawahlunto. Terletak lebih kurang 13 Km dari pusat Kota Sawahlunto. Secara administratif luas wilayah desa rantih adalah 181,5 Ha dan 30% diantaranya adalah areal persawahan.


Geliat Desa Rantih menjadi desa wisata mulai terdengar gaungnya, sejak menjadi tuan rumah kejuaraan silat skala international pada tahun 2012 silam. Beberapa objek wisata telah dibenahi meski belum menyeluruh, termasuk objek wisata  Air Terjun Sungai Bikan yang cukup dikenal oleh masyarakat Sawahlunto. Perjalanan ke objek wisata Air Terjun Sungai Bikan menyusuri jalan setapak, melintas di antara berbagai pepohonan di kiri-kanan jalan.  Lebih kurang 10 menit perjalanan akan ditemukan sebuah pondok peristirahatan untuk melepaskan rasa penat.


Suatu areal camping ground akan dilewati, di tengah perjalanan menuju Air Terjun Sungai Bikan. Bumi perkemahan di desa berudara sejuk ini banyak mempunyai keunggulan bila dijadikan pilihan untuk arena camping. Mempunyai  lokasi yang cukup datar, dikelilingi pepohonan rindang, serta disempurnakan dengan aliran sungai yang sangat jernih di dekat arena camping dari sumber mata air gunung.Hmm sangat menyenangkan bukan tempatnya sobat daunsingkong.


Saat meneruskan trekking menuju Air Terjun Sungai Bikan, beberapa kali rute ditempuh dengan menyeberangi sungai-sungai kecil. Betis yang letih sedikit terobati manakala kaki menyentuh kesegaran air sungai yang jernih. Begitu juga dengan paru-paru, terasa plong saat menghirup oksigen sehat, menjadikan perasaan lebih rileks.



Air Terjun Sungai Bikan



Sayup-sayup terdengar riuhnya suara air terjun setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam.  Saya tidak bisa memperkirakan ketinggian Air Terjun Sungai Bikan, yang jelas terlihat cukup tinggi. Air mengalir ke bawah menuju lubuk yang terbentuk secara alami dengan kedalaman lebih kurang 1 meter. Kejernihan airnya menggoda pengunjung untuk menceburkan diri ke dalamnya. Berenang di bawah guyuran air terjun, seakan percikannya bagai sebuah pijatan saat berendam di airnya.


Tepat di belakang guyuran air terjun terdapat lekukan batu yang berbentuk menyerupai mulut goa. Batu di dalam goa ini dapat dijadikan tempat duduk bagi pengunjung yang berenang untuk istirahat. Pemandangan di tempat tersebut yang berlatar air terjun terlihat cukup eksotis  rugi rasanya jika tidak mengabadikan foto diri dengan jepretan kamera. hehehe :D


Sebuah pondok peristirahatan yang dibuat oleh masyarakat dapat dimanfaatkan pengunjung yang malas berenang dan hanya ingin menikmati pemandangan air terjun. Tiduran di dalam pondok melepas lelah, sambil membongkar bekal makanan yang dibawa … Terasa lebih nikmat, karena udara yang dingin menambah perut semakin lapar. ( maap sedikit lebay ) hihi :)


Jika  berniat melakukan kunjungan ke Air Terjun Sungai Bikan, beberapa tips untuk melakukan perjalanan perlu dipertimbangkan:



  1. Mempunyai niat untuk berenang di Air Terjun Sungai Bikan jangan lupa bawa baju ganti.

  2. Bawalah bekal makanan dan minuman secukupnya (Jangan bawa beban yang terlalu berat)

  3. Jika belum pernah berkunjung ke Air Terjun Sungai Bika,. kami sarankan untuk membawa seorang pemandu jalan  (Note: Anda bisa menghubungi saya jika membutuhkan seorang pemandu).wkwkwkwkwkwkw :D:):P


 


Nah, Gimana Sobat Daunsingkong Indah bangetzz kan tempat Wisata nya buat kamu yang lagi bingung mencari tempat wisata keluarga untuk mengisi hari libur mu. Maka nya gak usah ragu untuk dateng kesini aja ya sobat Daun Singkong.

Semoga Informasi tentang tempat wisata “Air Terjun Sungai Bikan, Rantih, Sumatera Barat” ini bisa bermnafaat untuk Sobat Daunsingkong semua. Oke :D



Air Terjun Sungai Bikan, Rantih, Sumatera Barat